Sunday, February 27

Rest And Get Rust

Wish that you were here
Down amongst the dust
I need someone to help me
You need someone to trust
There's something with these tears
Turning me to rust
I need someone to help me
Yeah I need someone to touch

Tuesday, February 22

I Dreamed a Simple Dream

13 years ago today, my mother was one of the women who styled herself with class,
My days went on imitating how she dresses,
Her blazers, her heels, her necklaces, even her lipsticks.
13 years after, my mother is still wearing what have always been her favorites.

13 years ago today, my mother was a trust-worthy worker,
My days went on observing how she talks to other,
Her tone of voices, her use of words, made all the respects went to her.
13 years after, my mother is the source of my character.

13 years ago today, I infinitely adored her.
For everyone's sake, she was one of the most beautiful women ever.
Her bags was not as incredibly exquisite as Hermes,
but I assured she smelled like she had used the most amazing perfumes.
13 years after, she smells elegantly just like roses.

13 years ago today, I told her to keep all her dresses she ever wore,
I whispered to her, "When I grow up, I want to be exactly just like who you were".
She smiled beautifully and kissed my hair, saying:
"You will, honey. Trust me, you will grow up stunning."

13 years after, my life is on its way to being twenty.
I dress absolutely better than her, but she teaches me how not to live in vanity.
Today, I am the luckiest daughter to lend her my makeups,
get her whatever she wants, and buy her everything she needs.

Everyone can be a mother, but not every mother can be a mom.
I have always dreamed of this dream, a very simple dream.Today,
I have gone from a cocoon to a butterfly,
and my mother finally says, "Go, daughter. Go fly."
13 years ago today, I wanted to be like my mother.
13 years after, I want to be a mother.




Based on cerita Cita-cita sederhana #2 and translated by my friend Jessica Anandajoo.
Danke mijn vriendin, keep on fighting on writing :)

Sunday, February 13

Senapan Waktu

Bilamana Tuhan tidak menciptakan adam dan hawa
mungkin benar tidak adanya cinta disini

Bilamana Tuhan tidak menciptakan ular
mungkin benar adanya hidup yang hampa dan membosankan

Bilamana Tuhan tidak menciptakan langit dan bumi
mungkin benar tidak adanya perbedaan,

Sungguh bilamana tidak ada benih cinta kali pertama kita bertemu
mungkin benar tidak adanya rasa sakit yang membelenggu

Bilamana Tuhan tidak memberikan hati yang begitu lembut dan rapuh
mungkin benar tidak adanya tangis haru biru

Bagaimana bila Tuhan memberhentikan waktu dalam menit ini juga?
mungkinkah benar ini malam teindah aku bisa mengenangmu?

Alam Biru

Siapa selalu suka hujan, semua suka hujan
Siapa selalu suka bau sehabis hujan, orang-orang romantis menyukai hal yang sama
namun hujan kali ini membuatku risau,
detakkan rintiknya kencang sekali

aku risau dengan kemacetan akibatnya,
risau akan air yang terus meluap dan menenggelamkan hujan,
risau,
bagaimana bila hujan tak kunjung henti

apa yang hendak kau sampaikan, alam?
kata apa yang sudah dirangkai dengan rintik-rintik mu?
mengapa alam menangis tak kunjung henti?

Wednesday, February 2

Mendadak saya punya cita-cita, bagaimana kalau sajak-sajak kecil ini saya translate ke bahasa paman Sam, sepertinya paman Sam rindu dengan eksistensi bahasanya lagipula kelingkingku sudah berpelukan dengan kelingking bahasa ibu ;) bagaimana? Dibantu yaaa ..

Bulu Putih Berwarna

Siapa bilang perbedaan itu tidak indah?
memaksa hati harus menggenjot usus agar lebih panjang

aku bilang, perbedaan adalah amoeba nakal yang hidup menjalar kemana-mana
bukan gerbang menjulang tinggi yang susah untuk dipanjat
bukan juga sebaris jebakan pagar listrik

dunia tanpa perbedaan,
ahh apa rasanya? seperti kamu santap supermi setiap hari dalam 12 tahun
perbedaan bagaikan kaca,maknanya 
agar janganlah kamu menunjuk orang sebelum kamu tunjuk diri sendiri

melihat dengan hati, bukan dengan mata
menyentuh dengan kulit, bukan dengan telapak tangan
mendengar dengan telinga, bukan dengan rasio

aku ingin memeluk perbedaan,
membiarkan kaki menyentuh tanah menahan kepala menyentuh langit
menaruh hati ke setiap sela, menjauhkan meteran dari usus
biar saja ususku panjang

aku belajar cinta perbedaan, bahkan aku sudah jatuh cinta
aku bukan wanita berdaster putih dengan lingkaran mungil diatas kepala
tapi aku berusaha mengecat daster tie-dyeku menjadi putih

kalau dalam seribu rumput berhelai tumpul, tumbuh sepuluh helai rumput bergerigi
apakah seribu rumput tumpul tersebut akan berhenti tumbuh? 
atau biarkan kita beri mereka kesempatan untuk tumbuh bersama?

selimuti jari-jemariku, ayo bergandengan tangan.


Monday, January 31

Cita-cita Sederhana bag.2

13 tahun sebelum hari ini, aku sering sekali menggunakan baju ibu
blazer-blazer ibu, sepatu hak ibu
meniru cara ibu menerima telfon
meniru ibu cara mengangkat barang

aku suka melihat, mengamati dan meniru
terutama ibu.

ibu seakan-akan Victoria Beckham
seorang role-model
ibu cantik, ibu menarik
aku suka mencari-cari parfum yang ibu gunakan
wanginya lebih wangi daripada mawar yang kamu berikan

lipstick yang memberi warna pada bibir ibu, itu seksi
aku suka mencuri-curi waktu duduk diatas kursi
susah payah aku raih bangku kecil yang tinggi
duduk, lalu mulai memilah-milih lipstick ibu

lalu aku terbayang, apa yang terjadi bila aku besar
aku beritahu ibu, simpan semua barang-barang cantik ini
aku ingin gunakan saat aku sudah berumur sepertinya 
dan aku berbisik "bu, aku tak sabar untuk menjadi dewasa"
ibu mengangguk tersenyum menawan
aduhai, ibuku wanita yang paling cantik yang pernah aku lihat

13 tahun setelahnya, 
aku sudah seperti ini
umurku hampir menuju kepala dua
dandananku ? tidak kalah dengan ibu
lipstick ibu ? sudah tidak aku pakai lagi, aku lebih memilih warna peach
sepatu hak ibu ? beberapa usang, kali ini bahkan ibu yang meminjam
blazer ibu ? ah, aku tidak kalah gaya dengan ibu

ibu, mungkin sekarang aku sudah menjadi Suri Cruise versi dewasa
aku bergaya, aku mengikuti ibu
cita-cita bagian ini sungguh sederhana, sungguh sungguh sederhana
ini metamorfose, aku bukan lagi sebuah kepompong
satu sayapku hampir mengembang

13 tahun yang lalu, aku bermimpi menjadi sosok ibu yang dewasa
13 tahun setelahnya, aku sedang bermimpi untuk menjadi seorang ibu

Saturday, January 29

Cita-cita Sederhana bag. 1

Saat aku kecil,
aku selalu senang melihat seseorang berkutat dengan gulungan kertas
didalamnya berupa goresan-goresan pensil yang belum atau sudah diwarna
digiringnya kemana-mana, dengan tabung tinggi hitamnya dan menggunakan sepatu kets
mereka selalu sibuk, hiruk-pikuk, tapi mereka selau menyenangkan
kepalanya penuh dengan kreatifitas
mereka berteman dengan pensil, penghapus, dan media yang berwarna
mereka bersahabat dengan kata 'desain',merancang
mereka adalah inventor lalu berekspresi

mereka terlihat keren

mereka membuat sesuatu, sesuatu yang tinggi nilainya
sesuatu abstrak dalam kepalanya, lalu direalisasikan
sesuatu yang memang sulit dimengerti untuk orang awam
bahkan sesuatu yang juga sedikit banyak disepelekan
tapi mereka tidak pengaruh, mereka memiliki jiwanya
mereka sudah tersihir dengan angannya
mereka terkenal sebagai perancang atau kerennya 'desainer'

aku menikmati sensasinya

siang kemarin, aku sibuk
hiruk-pikuk dengan tiga kertas bahkan lebih
yang didalamnya sudah aku isi dengan goresan pensil dan ulasan rapido
lalu aku berbicara sendiri

"wah.. seperti yang aku bayangkan"

aku tertawa kecil,
seketika aku merasa senang
aku selalu menginginkan hal ini sejak kecil duduk di bangku sekolah dasar
aku memang begini. aku aneh
tapi ini cita-citaku yang mendasar, yang sederhana

disaat aku sedih, kecewa dengan hasilku
selalu ingat, aku sudah sampai dibagian ini
bagian cita-cita yang sederhana ini
lalu aku semangat, belajar lagi
belajar terus, mengamati lagi, belajar lagi
dan membuat cita-cita sederhana lagi
ini guna cita-cita sederhanamu

Cita-cita Sederhana

Cita-cita sederhana itu menyenangkan,
punya cita-cita? yang sederhana saja.
yang sungguh sederhana

benar-benar seederhana,
cita-cita ini yang menghapus luka,
membasuh kecewamu,
membuatmu tersenyum

memang bukan cita-cita yang besar dan megah,
ini hanya bagian kecil yang sebenarnya mungkin
sudah kamu nikmati tanpa sadar

tidak, ini tidak ambigu
coba ingat-ingat sekali lagi
cita-cita itu ada di dalam hatimu ditelepati ke otakmu
dan disalurkan ke saraf-saraf tanganmu

baiklah, aku mulai bercerita...

Blok Tuli

Kita berdua, dengan si layar mungil ini
malam ini
sedikit suara sayup mendayu-dayu dari televisi

menyenangkan sekali,
lama tidak merasakan hal kecil senyaman ini
berminggu-minggu mendengar suara kanan kiri, mengamati jam yang terus maju nama hari yang terus berganti, detak jantung yang tidak menentu
akhirnya, saya libur.

menikmati hari sendiri
sehari saja, lebih dari cukup
benar-benar sendiri
sendiri dengan bergelas-gelas susu dan kopi
berteman sebentar dengan beribu-ribu kata
melihat jari menari diatas tuts hitam
menanti mata terlelap

hari setelahnya,
ajak saya bertaman keluar rumah
melihat rumput tetangga
lalu kembali pulang, dan menulis lagi

Thursday, January 27

Take a Deep Break!


It has been 3 days i felt so unwell. Sleepless. Nervous. Worried too much. Bad mood. Dissapointed. And my period. Part of this week i called "Hectic". I don't have much time to read any messages, i don't have much time to sit and eat cookies with mommy, i don't have much time to call my friend, i don't have much time to write some sajak bodoh on my blog, and i don't have much time to sleep. I felt so mess. My brain, my stamina are running low. What's thing that i need most ? this : Silence, bed, and beach. Oke gotta go now, i have to finish my work!